Minggu, 03 Maret 2019

STICKMAN


STICKMAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MACRO MEDIA FLASH 8





by MAI Channel


tugas AULIA PUTRI IX-G/ 04

Cerpen Persahabatan

Pertengkaran Terakhir

            Hari ini tepat satu bulan Vina dan Rania berseteru. Padahal mereka berada dalam satu kelas, juga satu kelompok tugas. Baik Vina maupun Rania mereka tidak ada yang mau mengalah. Salah satu dari mereka tidak ada yang mau meminta maaf. Mereka sudah terpengaruhi oleh rasa gengsi dan rasa benci. Yang dulunya selalu bersama kemana – mana sekarang pisah. Yang dulunya bercanda tawa bersama sekarang kalau bertemu pada diam – diaman. Tidak ada kata sapaan canda tawa diantara mereka sekarang. Rasa benci yang sudah tumbuh pada diri mereka yang membuat mereka seperti ini. Persahabatan yang mereka jalani selama dua tahun rusak karena hal sepele
 
            Tepat satu bulan yang lalu,Vina dan Rania mengikuti sebuah kontes pemilihan duta anti narkoba di sekolah mereka. Awalnya hanya Vina yang mengikuti kompetisi itu. Namun ia merasa kesepian di kompetensi itu akhirnya mengajak Rania dan Rania menyetujuinya. Dalam lomba itu mereka disuruh untuk membuat sebuah teks pidato tentang narkoba. Rania mengajak Vina untuk mengerjakan bersama di sebuah kafe di depan sekolah mereka. “Vin gimana kalau kita mengerjakan pidato ini bersama – sama?” ujar Rania. “Boleh, bagaimana kalau kita mengerjakannya sepulang sekolah, di kafe depan sekolah itu?” jawab Vina.

            Sepulang sekolah mereka bersama – sama pergi ke kafe depan sekolah mereka. Di kafe ini sangat ramai pengunjungnya karena kafe ini baru buka dua hari yang lalu. Desain interior kafe ini juga instagramable untuk nongkrong anak muda jaman sekarang. Mereka memesan dua minuman dan beberapa camilan untuk menemani mereka mengerjakan pidato mereka. Rania langsung mengerjakan tugas pidatonya dan menulisnya di sebuah kertas. Sedangkan Vina yang memang dikenal pemalas ia hanya memainkan gadget-Nya. Rania yang melihat itu segera menegurnya. “Vina ayolah kerjakan teks pidatomu itu jangan bermain game saja.” Ujar Rania. “Ah…Ran tidak usah dipikir berat – berat, nanti aku suruh bundaku membuatkannya pasti hasilnya lebih bagus.” Jawab Vina. “Yasudah terserah kamu saja, aku sudah hampir selesai. Aku mau ke toilet dulu.” kata Vina.

Setelah Rania pergi ke toilet Vina melihat teks pidato Rania dan memfotonya, “Selesaikan teks pidatoku gampang banget punya teman kayak dia bias ku manfaatin.” Batin Vina didalam hati. Lalu Rania kembali lagi dan mereka berdua akhirnya pulang kerumah mereka. Setelah sampai rumah Vina menghubungi Rania, “Ran pidato ku sudah selesai bagus banget deh buatan bundaku, semoga kita bisa menampilkan yang terbaik besok.” Ujar Vina ditelepon. “Wahh… iya aku juga berharap begitu yasudah ya selamat malam.” tutup Rania.

Keesokan harinya semua peserta duta anti narkoba berkumpul di aula termasuk Vina dan Rania. Satu – satu peserta mulai tampil dan tak lama kemudian giliran Vina yang tampil. Vina menaiki panggung dan membacakan teks pidatonya tersebut. Sungguh terkejut Rania karena teks pidato yang dibacakan Vina sama persis dengan punyanya. Setelah Vina selesai terdengar gemuruh tepuk tangan dari para juri. Dan sekarang giliran Rania untuk tampil. Rania tampak gugup menyampaikan pidatonya dan ia mengganti semua isi teks pidatonya dengan bahasanya sendiri. Ditengah – tengah pidatonya, “Semangat Rania kamu pasti bisa,” ucap Vina dan hanya dibalas senyuman oleh Rania.

Setelah semua peserta tampil sekarang saatnya pengumuman siapa yang akan mewakili sekolah. “Dalam sebuah kompetensi pasti ada yang menang dan ada yang kalah,” ucap salah satu juri tersebut, “Jadi kalah atau menang itu sama saja yang penting adalah kalian sudah berusaha menjadi yang terbaik.” lanjutnya. “Oke saya mewakili tim dewan juri akan menunjuk tiga pemenang dan yang akan mewakili sekolah kita yaitu yang pertama Rania Putri Salsabila, Verenada Stepia dan Faiza Nur Widya selamat kepada kalian yang terpilih semoga bisa melaksanakan tugas yang diberi oleh sekolah.” Ucap Juri tersebut.

Vina duduk termenung di taman belakang sekolah. “Kacau…semua rencana ku kacau gara – gara Rania.” Ucap Vina frustasi. Beberapa menit kemudian Rania datang dengan membawa susu coklat kesukaan Vina. “Nih, aku beliin susu coklat kesukaanmu jangan menyerah kalau kalah juga jangan frustasi tahun depan bisa kok ikut lagi.” Ujar Rania dengan memberikan susu coklat. Tetapi tidak diterima oleh Vina melainkan dibuang ditempat sampah yang ada disampinynya. “Bilang aja kamu kesini mau ngejek aku iya kan, dulu gelar duta anti narkoba itu punyaku sekarang kamu rebut puas kamu, dan aku benci sama kamu.” Ucap Vina lalu meninggalkan Rania sendiri.

Sejak saat itu sampai sekarang Vina sudah tidak mau lagi berteman dengan Rania. Ia sekarang memiliki teman baru bernama Veren. Setiap kali berjumpa dengan Rania, ia selalu menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap Rania. Bahkan sering kali ia dan Veren membully Rania karena masalah pemilihan duta anti narkoba di sosial media mereka. Bahkan mereka tak sungkan untuk memperlakukan kasar Rania di kelas.

Sudah berkali kali Rania mengirim surat permintaan maaf kepada Vina tetapi tidak ada satupun yang dibaca oleh Vina. Sampai suatu saat Rania sudah muak dengan ini semua ia berniat untuk menemui Vina. Ia dan Vina berjanjian untuk bertemu di kafe depan sekolah. Sepulang sekolah ia langsung memberesi buku – bukunya dengan cepat karena ia ingin sekali bertemu Vina untuk menyelesaikan masalahnya. Ia langsung bergegas ke depan sekolah dan menyeberang tanpa menengok ke kanan dank e kiri. Dan pada saat bersamaan ada sebuah mobil yang melaju cepat dihadapannya lalu menabraknya.

Vina yang dari tadi sudah menunggu Rania yang tak kunjung datang – datang. “Ini Rania kemana dulu sih, lelet banget.” Batin Vina didalam hati. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Setelah sampai dirumah ia mendengar teleponnya berdering dan segera mengangkatnya. “Halo ini siapa?” kata Vina, “Ini tante Vina kamu bisa ke rumah sakit sekarang, Rania kecelakaan keadaanya kritis sekarang!” ucap orang yang diketahui Vina adalah ibunda Rania. Ia syok dan langsung mengganti pakaiannya lalu pergi ke rumah sakit.

Setelah Vina sampai dirumah sakit dan ia langsung mencari ruangan Rania. Setelah menemukannya Vina bingung karena semua yang ada disana menangis entah karena apa Vina tidak mengetahuinya. Ia segera menemui Ibunda Rania. “Tante dimana Rania, ini kenapa pada nangis semua?” Tanya Vina, “Vina…Rania sudah tenang disana Vina.” Jawab Ibunda Rania. “Apa maksud tante, tante bohong kan?” ucap Vina. “Enggak Vina ayo siap – siap buat pemakaman Rania.” Ujar Ibunda Rania.

Disinilah Vina sekarang disebuah tempat peristirahatan terakhir sahabatnya. Sahabat yang sudah ia lukai perasaannya belakangan ini. Padahal sahabatnya inilah yang sudah mau mendengarkan semua keluh kesahnya. Bahkan ia kehilangan sahabatnya bukan hanya satu bulan pergi tapi untuk selamanya. Bahkan ia tak percaya Rania akan meninggalkannya secepat ini. “Ran maafin aku, maafin aku.” Ujar Vina. “Yang seharusnya marah itu kamu bukan aku, aku yang sudah nyontek teks pidato kamu Rann, maafin aku Rann.” Ucap Vina sambil menangis bersedu – sedu. “Udahlah Vin jangan nangis lagi, sekarang Rania udah gak ada dan sekarang artinya posisi duta anti narkoba sekolah ada ditangan kamu.” Ucap Veren yang ada disebelahnya.

“Cukup ren aku sudah tidak berminat akan itu dan tolong tinggalin aku sendirian disini.” Jawab Vina dengan sedikit penegasan dan akhirnya Veren meninggalkan Vina sendiri. Setelah beberapa lama Ibunda Rania datang membawa sebuah surat. “Vina ini ada titipan surat dari Rania, dia setiap hari selalu curhat tentang kamu sama tante, tolong baca dan simpan baik – baik surat ini.” Ujar Ibunda Rania sambil memberikan surat. Vina membuka lipatan kertas itu dan membacanya dalam hati.

“Hai kamu, tak kusangka persahabatan kita melewati hari hari yang tak hanya suka ria tetapi juga duka lara. Terjal Berliku, tak jarang kita berbeda pendapat, beradu argumen, dan tau malah saling mencibir. Tak kusangka persahabatan kita sudah sangat lama kita jalani. Aku ingin bercerita sejenak tentang kita, Mengenang cerita yang mewarnai persahabatan kita. Pernah suatu ketika ada sikapku yang tak berkenan dihadapanmu, kamu seketika menjauh dan berubah. Aku tak mengerti kenapa kau semarah ini padaku soal jabatan duta itu. Kala itu aku tak menyangka, kemarahanmu begitu hebat terhadapku.

Kamu yang biasanya mengomel hebat tiba – tiba diam bahkan menghindariku. Dari situlah aku sadar, kamu benar – benar marah. Aku meminta maaf penuh penyesalan, tetapi tak kamu gubris sedikitpun bahkan sosial mediaku kamu hapus sepenuhnya. Aku bingung harus menebus salahku bagaimana, sebab waktu tak mungkin mundur ke saat dimana aku berkompetensi denganmu. Ternyata bertengkar denganmu  itu lebih membuatku frustasi. Hari – hari dimana aku dan kamu tak sapaan  adalah hari-hari yang sangat menyedihkan. Melelahkan. Bagaimana tidak? Kita satu kelas, dan tak ada tegur sapa sedikit pun. Seperti orang yang tak pernah mengenal. Kadang aku berpikir, seberapa besar salahku, sampai kamu tak mau sedikitpun melihatku.

Disaat kau bercanda tawa dengan teman barumu itu yang membuatku sedih. Disaat kau membully ku, menjelek – jelekkanku dengan kawan barumu. Hatiku sangat sakit Segala cara sudah kutempuh untuk meminta maafmu, tetapi ternyata tak ada balasan sama sekali. Aku kecewa, ternyata kamu sekeras itu. Tetapi aku harus terima.Dan cara terakhir adalah merelakan sikapmu dan membiarkanmu pergi dengan kebencian yang kamu bawa tentangku. Dari Rania untuk Vina sahabatku tercinta.”

Setelah membaca surat dari Rania ia sangat merasa bersalah dan dia berjanji kepada Rania yang sudah tenang disana. Ia tidak akan mengulanginya lagi ia berjanji akan lebih mengutamakan persahabatan dari pada harta maupun tahta. Jangankan kau dengki atau pun iri dengan keberhasilan orang lain, karena kedengkian akan menimbulkan suatu kebencian yang akan berakhir pada kemarahan, dan kemarahan yang besar akan berakhir pada suatu penyesalan.

tugas AULIA PUTRI IX-G/04

Corel Draw 2


CONTOH REFERENSI GAMBAR DARI CORELDRAW

Corel Draw adalah suatu aplikasi editor grafik vector yang dikembangkan oleh Corel. Di aplikasi ini kita bisa membuat banyak gambar, bisa berupa makhluk hidup ataupun gambar vektor. Berikut adalah contoh-contoh gambar yang dibuat dari aplikasi Corel Draw :

1. Makhluk hidup


2. Kaligrafi





Sekian terimakasih, semoga bermanfaat:)

tugas AULIA PUTRI IX-G / 04

Corel Draw 1

CONTOH REFERENSI LOGO DARI CORELDRAW

Corel Draw adalah suatu aplikasi editor grafik vector yang dikembangkan oleh Corel. Di aplikasi ini kita bisa membuat banyak gambar, salah satunya adalah logo. Berikut adalah logo – logo yang dibuat dari aplikasi Corel Draw :

1. Logo Adiwiyata




2. Logo Stop Narkoba





3. Logo Diesnatalis



Sekian terimakasih, semoga bermanfaat:)

tugas AULIA PUTRI IX-G / 04